Wajib Tahu! Ini Kriteria Orang yang Tak Boleh Vaksin Booster

Ada beberapa kriteria yang membuat seseorang tidak boleh menerima vaksin booster atau dosis tiga.

Diketahui program vaksinasi booster ini sudah dimulai sejak awal tahun ini, tepatnya 12 Januari 2022. Diketahui vaksin booster diberikan secara gratis kepada masyarakat seluruh Indonesia yang telah melakukan vaksinasi dosis penuh dalam jangka waktu enam bulan.

Lantas, seperti apa kriteria orang yang tidak boleh menerima vaksin booster atau dosis tiga?

Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan vaksinasi booster COVID19. Dalam edaran tersebut, diatur tentang siapa saja penerima vaksin COVID-19.

Dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster), sebelum pemberian vaksinasi, dilakukan screening terlebih dahulu.

Hanya peserta yang sudah lolos screening yang diberikan vaksin booster sesuai dengan jenis kombinasi vaksin yang telah ditetapkan.

Mengutip dari sumber terpercaya, Jumat (13/5/2022), berikut kriteria orang yang tidak boleh vaksin booster Covid-19.

  1. Suhu di atas 37,5 derajat Celcius, vaksinasi ditunda sampai suhu normal.
  2. Jika tekanan darah >140/90, pengukuran tekanan darah diulang 5-10 menit. Jika masih tinggi, vaksinasi ditunda.
  3. Ibu hamil yang usia kehamilannya kurang dari 13 minggu.
  4. Ibu hamil yang memiliki keluhan dan tanda preeklamsia.
  5. Mengidap penyakit komorbid yang tidak terkontrol seperti jantung, diabetes melitus, HIV, hipertiroid, penyakit ginjal kronis, penyakit hati.
  6. Pengidap penyakit autoimun seperti lupus. Jika terkontrol booster bisa diberikan.
  7. Orang yang mendapat pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi. Vaksin ditunda dan dirujuk ke RS.
  8. Orang yang sedang mendapatkan pengobatan imunosupresan seperti kortikosteroid dan kemoterapi. Vaksin ditunda dan dirujuk ke RS.
  9. Orang yang mengidap penyakit komorbid yang tidak terkontrol seperti hati, jantung, diabetes, HIV, hipertiroid, dan ginjal kronis.