Harga Emas Anjlok 1,8% Jadi USD1.862 Ounce

Harga emas jatuh ke level terendah dalam 3 bulan terakhir. Emas turun karena prospek kenaikan suku bunga yang lebih cepat oleh Thr Fed, sehingga mengangkat imbal hasil Treasury dan greenback.

Spot gold turun 1,8% menjadi USD1.862,22 per ounce. Demikian dilansir dari Reuters, Selasa (3/5/2022).

Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam 20 tahun terhadap sekeranjang mata uang menjelang keputusan kenaikan suku bunga Fed.

Investor pun fokus pada kemungkinan bahwa FOMC dapat mengadopsi sikap yang lebih hawkish dari yang diharapkan.

Federal Reserve akan menyimpulkan pertemuan kebijakan moneter dua pada Rabu (4/5/2022). Investor secara luas memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin.

Data ekonomi mengecewakan yang dirilis pada Senin (2/5/2022) gagal mendukung emas. Indeks pembelian manajer (PMI) manufaktur S&P Global AS meningkat menjadi 59,2 pada April dari 58,8 pada Maret, level tertinggi sejak September 2021, tetapi sedikit turun dari pembacaan awal 59,7.

Sementara itu, indeks manufaktur Institute for Supply Management (ISM) tercatat di 55,4 persen, turun 1,7 poin persentase dari pembacaan Maret 57,1 persen.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 50,1 sen atau 2,17% menjadi ditutup pada USD22,584 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun USD6,8 atau 0,72% menjadi https://www.rs-import.com/ ditutup pada USD932,8 per ounce.