4 Jenis Pola Lantai dalam Seni Tari, Berikut Fungsi dan Tujuannya


Simak empat jenis pola lantai dalam seni tari dalam artikel ini. Selain itu, dilengkapi juga dengan fungsi dan tujuan dari pola lantai.

Pola lantai adalah pola yang dibentuk sebagai aturan bagi penari dalam berpindah, bergerak, maupun bergeser posisi saat di panggung agar tampak lebih menarik.

Pola lantai bisa dikatakan sebagai teknik blocking (penguasaan panggung) seorang penari.

Dikutip dari Modul Pembelajaran SMP Terbuka Seni Budaya Kelas VII Level dan Pola Lantai pada Gerak Tari oleh Sarjiyem dan Frangky (2020), pola lantai sangat penting dalam sebuah tarian berkelompok.

Berikut jenis-jenis pola lantai dalam seni tari lengkap dengan penjelasan masing-masing.

1. Pola Lantai Garis Lurus Diagonal

Pola lantai diagonal merupakan pola dalam seni tari yang membentuk garis lurus menyudut ke kanan atas, ke kiri atas, ke kanan bawah ataupun ke kiri bawah.

Pola lantai ini memberikan suatu makna akan kedinamisan dan kekuatan.

2. Pola Lantai Garis Lurus Horizontal

Pola lantai horizontal merupakan pola dalam seni tari di mana penari berjajar lurus dari kanan ke kiri atau sebaliknya dari kiri ke kanan.

Pola lantai ini memiliki makna tentang hubungan antara manusia dengan alam. Pada level dasar, pola lantai jenis ini dilakukan dengan cara duduk atau berbaring.

Di level selanjutnya pola ini dapat dilakukan dengan jongkok atau berlutut. Sedangkan di level yang paling tinggi, pola ini dilakukan dengan cara jinjit, berdiri atau pun melompat.

3. Pola Lantai Garis Lengkung Melingkar

Pola lantai melingkar merupakan jenis pola dalam seni tari yang membentuk suatu lingkaran. Pola ini memberikan makna mengenai hubungan antara manusia dengan Tuhannya.

4. Pola Lantai Garis Lurus Vertikal

Pola lantai ini membentuk garis lurus dari depan ke belakang atau pun sebaliknya dari belakang ke depan. Pola ini bermakna tentang hubungan antara manusia dengan manusia lainnya serta kehidupan sehari-hari.

Masih dikutip dari buku yang sama, ada beberapa fungsi adanya pola lantai, di antaranya:

a. Sebagai cara untuk menata gerakan-gerakan pada penari.

b. Sebagai cara untuk membuat para penari agar kompak dan terlihat sinkron.

c. Sebagai cara untuk menciptakan struktur dalam pementasan seni tari.

d. Sebagai cara agar penampilan seni tari lebih menarik ditonton oleh masyarakat di atas panggung.

Tidak hanya fungsi, pola lantai juga memiliki beberapa tujuan, di antaranya:

1. Untuk membuat penari tidak bertabrakan dengan penari lainnya sehingga letaknya sinkron atau sesuai.

Dengan adanya pola lantai, penari yang akan bergeser, berpindah tempat, atau melakukan gerakan, tidak akan berbenturan atau bertabrakan tangan maupun kaki dengan penari lainnya.

2. Untuk membedakan gerakan-gerakan antara seni tari satu dengan yang lainnya.

Dengan adanya pola lantai akan ada beragam seni tari yang menampilkan keindahan keindahan dengan perbedaannya masing-masing.

3. Untuk membuat sebuah tarian menjadi lebih menarik ketika ditampilkan.

Dengan adanya pola lantai, para penari akan menampilkan tarian-tarian yang lebih menarik dan tidak membosankan dibandingkan hanya diam di tempat.

4. Untuk membuat penari agar terlihat secara keseluruhan di depan para penonton.

Dengan adanya pola lantai, tidak akan ada penari yang menutupi penari lainnya sehingga semua penari dapat terlihat jelas di depan penonton.

5. Untuk menguasai panggung.

Dengan adanya pola lantai, keseluruhan panggung dapat terisi oleh para penari dan tidak akan terjadi kekosongan yang membuatnya kurang selaras.